BAHAN AJAR DIKLAT GURU TK METODE PEMBELAJARAN

November 11, 2008

BAHAN AJAR : PENERAPAN METODE BERCERITA DI SENTRA DAN

LINGKARAN (8 Jam Pertemuan)

KDILAT : IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN

A. Tujuan Mata Tataran:

Setelah selesai mengikuti penataran ini diharapkan petatar dapat:

1. Menjelaskan pengertian sentra dan lingkaran.

2. Menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

3. Menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

B. Ruang Lingkup

Konsep dasar tentang sentra dan lingkaran, menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran, menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

PENERAPAN METODE BERCERITA DI SENTRA DAN SAAT LINGKARAN

November 11, 2008

Pengertian Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran adalah penyelengaraan pendisikan anak usia dini atau taman kanak-kanak yang kegiatannya lebih banyak berfokus pada anak.Dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan empat jenis pijakan(scraffolding) untuk mendukung perkembangannya anak yaitu:

(1) pijakan lingkungan main

(2) pijakan sebelum main

(3) pijakan selama main

(4) pijakan sesudah main

Pengertian pijakan: adalah dukungan yang berubah-rubah oleh guru yang disesuaikan dengan perkembangan yang dicapai anak yang diberikan sebagai pijakan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

Sentra main adalah saat zona atau area main anak yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis main, yaitu:(1) main sensorimotor atau fungsional,(2) main peran,(3) main perkembangan

Saat lingkaran:adalah saat di mana guru duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberi pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah main.

Prinsip Dasar Pendekatan Sentra dan Saat dalam Lingkaran

Prinsip pendekatan anak usia dini atau taman kanak-kanak didasarkan atas pada prinsip=prinsip:

– berorentasi pada keseluruhan anak

– kegiatan belajar dilakukan melalui bermain

– merangsang munculnya kreatifitas dan inovasi

– menyediakan lingkungan yang mendukung

– mengembangkan kecakapan hidup anak

– menggunakan berbagai sunber dan media belajar

– dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang.

Prinsip Perkembangan Anak

– Anak akan belajar dengan baikbila kebuthan fisiknya terpenuhi.

– Anak akan belajar terus menerus

– Anak belajar melalui interaksi sosial

-Minat dan ketekunan anak akan memotivasi anak

-Perkembangan dan gaya belajar anak harus dipertimbangkan sebagai perbedaan individu.

-Anak belajar dari hal-hal yang sederhana.

LANJUTAN METODE BERCERITA DI TK BAGIAN II

September 4, 2008

c.Menceritakan Dongeng

Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari satu generasi ke generasi yang berikutnya.Dongeng dapat dipergunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kebajikan kepada anak.Oleh sebab itu,seri dongeng perlu diperhatikan dari kehidupan anak.Banyak buku-buku dongeng  yang bagus dapat dibeli di pasaran, tetapi guru TK  kreatif dapat mencipta dongeng dari dongeng  dari negara antah berantah yang sarat dengan nilai-nilai kebajikan.

d. Bercerita dengan menggunakan papan flanel

Guru dapat membuat papan flanel dengan melapisi seluas papan dengan flanel yang berwarna netra, misalnya warna abu-abu.Gambatr-gambar tokoh yang mewakili perwatakan dalam ceritanya digunting polanya pada kertas yang dibelakangnya dilapisi dengan kertas goso yang paling halus untuk untuk menempelkan pada papan flanel supaya dapat melekat .Gambar foto-foto  dapat dibeli di pasaran atau dibuat sendiri oleh guru sesuai dengan tema dan pesan-pesan  yang ingin disampaikan melalui cerita.

e, Bercerita dengan menggunakan  media boneka.

Pemilihan bercerita dengan menggunakan boneka akan tergantung pada usia dan pengalaman anak.Biasanya boneka itu terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki dan anak perempuan, nenek , kakek dan bisa ditambahkan anggota keluarga  yanglain.Bomeka yang dibuat itu masing-masing menu njukkan pemegang peran tertentu.Misalnya ayah yang penyabar, ibu yang cerewet, anak laki-laki yang pemberani, anak perempuan yang manja , anak laki-laki yang pemberani.

LANJUTAN METODE BERCERITA DI TK

September 3, 2008

Kegiatan metode bercerita di Taman Kanak-kanak antara lain:

a.Membaca Langsung dari Buku Cerita

Teknik bercerita dengan membacakan langsung itu sangat bagus, bila guru mempunyai puisi atau proses yang sesuai untuk dibacakan kepada anak TK.Ukuran kebagusan puisi atau prosa itu terutama ditekankan pada pesan-pesan  yang disampaikan yang dapat ditangkap anakmemahami pebuatanitu benar atau salah atau hal ini bagus atau jelek atau kejadian itu lucu, kejadian menarik dan sebagainya.

b.Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar atau buku.

Bila certia yang disampaikan pada anak TK  terlalu panjang  dan terinci dengan menambahkan ikustrasi ngambar  dari buku yang dapat menarik perhatian anak  maka teknik nbercerita ini akan berfungsi dengan baik.Mendengarkan bercerita tanpa ilustrasi atau gambar menuntut pemusatan perhatian yang lebih besar dibandingkan bila anak mendengarkan cerita dari buku bergambar.Untuk menjadi seorang yang dapat bercerita dengan baik guru TK memerlukan persiapan dan latihan.Penggunaan ilustrasi  atau gambar dalam bercerita dimaksudkan  untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan juga untuk mengikat perhatian anak pada jalan cerita.

Agustus 14, 2008

BAHAN AJAR : PENERAPAN METODE BERCERITA DI SENTRA DAN

LINGKARAN (8 Jam Pertemuan)

KDILAT : IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN

A. Tujuan Mata Tataran:

Setelah selesai mengikuti penataran ini diharapkan petatar dapat:

1. Menjelaskan pengertian sentra dan lingkaran.

2. Menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

3. Menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

B. Ruang Lingkup

Konsep dasar tentang sentra dan lingkaran, menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran, menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

C.Prosedur Pembelajaran

Sesi 1

Informasi

M

Pengkondisiann

Diskusi

Sesi 2

Informasi

Kesimpulan

Diskusi

Sesi 3

Simulasi

Kesimpulan

Informasi

Tindak Lanjut

Penutup

Pengkondisian Akhir

D. Uraian Pembelajaran.

No

Waktu

Kegiatan

1

3 menit

Mengucapkan salam kepada para peserta

3 menit

Mengenalkan identitas diri kepada para peserta

3 menit

Menyepakati tata tertib kegiatan selama proses pembelajaran

3 menit

Menjelaskan tujuan mata tataran kepada para peserta

3 menit

Mengarahkan pembentukan kelompok, dimana dibagi menjadi 5 kelompok dan dalam satu kelompok dibagi menjadi 6 orang

2

2x 45

menit

Menjelaskan secara singkat pengertian sentra dan lingkaran di Taman Kanak-kanak

Mengarahkan para peserta untuk mendiskusikan sejumlah pertanyaan yang ada di LK 1

3

2×45

menit

Mengarahkan diskusi kepada peserta tentang pengembangan metode bercerita di sentra dan lingkaran sesuai dengan penjelasan yang ada di LK2

4

2×45

menit

Mengarahkan peserta untuk menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran dengan simulasi di kelompok.

Dan diteruskan dengan simulasi diwakili salah satu kelompok yang ditunjuk untuk menjadi model di pleno dengan menggunakan LK 3

5

1×45

Menit

Mendiskusikan penyusunan evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran dengan menggunakan LK4 Kemudian Menyimpulkan salah satu bentuk evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran

6

30

Menit

Menyimpulkan kegiatan akhir mata tataran dan memberikan stimulus untuk mengembangkan mata tataran ini di tempat dia mengajar.

Memberikan salam penutup kegiatan dan memberi

harapan untuk di masa mendatang bisa bertemu kembali

E. Alat Bantu

1. 1 unit note book dan LCD proyektor atau OHP Proyektordan Lembar Transfaransi

2. 5 unit flipchart lengkap dengan kertas koran / kertas buram

3. 1 unit white board 1 stel spidol board marker(3 warna) 5 stel spidol permanen ( 3 warna)

4. 5 lembar karton manila warna merah

5. 5 lembar karton manila warna kuning/ biru

F. Referensi

Pedoman Penerapan Pendekatan ” Beyond Centers And Circle Time (Pendekatan Sentra dan Lingkaran Dalam Pendidikan Anak Usia Dini), (2006). Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional

Sofia Hartati. (2005). Perkembangan Belajar Pada Anak Usia Dini, Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional,Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

G. Skenario Pembelajaran

1. Persiapan Diklat

2. Setting Ruangan

3. Fasilitator Standar (Widyaiswara Departemen TK PPPPTK TK dan PLB)

H Pengaturan Ruangan

1. Sebelum pelaksanaan diklat,ruangan telah diatur sedemikian rupa menjadi lima kelompok,masing-masing kelompok dengan anggota 6 orang

2. Untuk masing-masing meja telah diletakkan karton yang diberi nomor kelompok.

Metode Sentra dan Saat Lingkaran Sebagai Model Pembelajaran di TK

Juli 15, 2008

A. Tujuan Mata Tataran:
Setelah selesai mengikuti penataran ini diharapkan petatar dapat:
1. Menjelaskan pengertian sentra dan lingkaran.
2. Menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran.
3. Menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

B. Ruang Lingkup
Konsep dasar tentang sentra dan lingkaran, menerapkan metode bercerita di sentra dan lingkaran, menyusun evaluasi penerapan metode bercerita di sentra dan lingkaran.

Hari Kedua Diklat

Juli 15, 2008

Kami melanjutkan ke materi lain tentang bagaimana menasukkan bahan ajar dari diklat yang pernah kami laksanakan

Pengalaman Diklat Website di PPPPTK TK dan PLB kerja sama dengan SEAMOLEC

Juli 14, 2008

Hari pertama setelah pembukaan kami semua belajar membuat email dan blog di Web.Pertama kali membuat,banyak mengalami kesulitan karena membutuhkan waktu yang lama dan penbuh kesabaran.Tetapi dengan terus menerus mencoba akhirnya berhasil pula dibuat.Setelah weblog terbuat ternyata mempunyai blog di dunia maya cukup mengaksikan juga.